All times are UTC + 7 hours





Post new topic Reply to topic  [ 5 posts ] 
  Print view

Kantong Semar, Tumbuhan langka-kah?
Author Message
PostPosted: 16 May 2011 16:40 
Warga Penuh
Warga Penuh
Offline

Joined:13 May 2011 17:35
Posts:56
Location: asia pacific
Beberapa hari lalu saya menemukan secara tidak sengaja tumbuhan kantong semar, apakah tumbuhan ini termasuk langka?
ya terus terang di tempat saya tinggal banyak tumbuh tumbuhan itu dan ga ada yang memperdulikan itu,
sebenarnya habitat seperti apa ya yang cocok buat tumbuhan ini? terus gimana ngrawatnya. soalnya kalo dilihat-lihat bagus e, apik buanget
mungkin ada temen2 yang dari IPB tau masalah ini

thanks

_________________
Semua berawal dari 0 terserah kita nulis sampe berapa?


Top
 Profile  
 

Re: Kantong Semar, Tumbuhan langka-kah?
PostPosted: 09 Jul 2011 10:32 
Warga Baru
Warga Baru
Offline

Joined:08 Jul 2011 22:52
Posts:4
Pada dasarnya semua tumbuhan ciptaan Allah itu indah. Banyak alasan mengapa manusia memilih tumbuhan tertentu layak dijadikan sebagai tanaman hias, diantaranya karena bentuk, sifat dan kelangkaan. Tampaknya Nepenthes mempunyai dua daya tarik utama yang membuat tanaman ini sangat layak dijadikan tenaman hias, yakni selain sangat unik tumbuhan ini termasuk tumbuhan langka dan dilindungi. Kategori langka dan dilindungi akan membuat lebih ber-prestise daripada tanaman yang mudah dijumpai
Image

Image


Top
 Profile  
 

Re: Kantong Semar, Tumbuhan langka-kah?
PostPosted: 09 Jul 2011 10:35 
Warga Baru
Warga Baru
Offline

Joined:08 Jul 2011 22:52
Posts:4
Nepenthes adalah satu-satunya genus dalam keluarga Nepenthaceae. tanaman ini merupakan tanaman tahunan yang hidup menjalar, merambat, ataupun berbentuk perdu. Tanaman ini tergolong tanaman dikotiledon, dimana kecambahnya memiliki dua daun lembaga.
Ciri khas yang ada pada keluarga ini adalah kemampuannya untuk memangsa binatang, terutama serangga, sebagai nutrisi yang digunakan untuk pertumbuhannya, dengan membentuk kantung pada ujung daunnya. Banyak yang mengira kantung tersebut adalah bunga. Padahal sebenarnya kantung itu adalah daun yang berubah fungsi menjadi alat bagi tanaman untuk memperoleh nutrisis yang dibutuhkannya. Sedangkan yang tampak seperti daun sebenarnya adalah tangkai daun yang melebar seperti tangkai daun pada tanaman akasia.

Biasanya, setiap jenis nepenthes memiliki setidaknya dua bentuk kantung, yakni kantung bawah, dan kantung atas. Bentuk kantung ini diberi nama berdasarkan letak kantung di tanaman. Pada beberapa jenis nepenthes, mereka memiliki bentuk kantung peralihan antara bentuk kantung bawah dan bentuk kantung atas. Sedangkan pada beberapa jenis lainnya seperti N. ampullaria dan N. pectinata, biasanya tidak membentuk kantung atas.

Untuk membedakan antar spesies nepenthes, warna dan corak kantung umumnya tidak digunakan. Spesies nepenthes biasanya berdasarkan pada perbedaan bentuk kantung, daun, batang dan bunganya. Karena umumnya nepenthes memiliki bentuk kantung bawah dan kantung atas yang berbeda, banyak sekali terjadi kesalahan identifikasi spesies.

Tanaman nepenthes berumah dua, dimana masing-masing tanaman hanya memiliki bunga jantan atau bunga betina saja. Bunga biasanya baru muncul pada saat tanaman telah tumbuh menjalar/merambat dan telah membentuk kantung atas. Pada tanaman muda, jenis kelamin tanaman tak dapat dibedakan berdasarkan morfologi tanaman. Bunga nepenthes bentuknya sangat sederhana, dengan empat kelopak tanpa mahkota dan terangkai dalam satu tandan . Ukuran masing-masing bunga biasanya tak lebih dari 1 cm diameternya.

Di alam, nepenthes ada yang tumbuh di ketinggian 0 diatas permukaan laut dan ada pula spesies yang tumbuh di ketinggian lebih dari 3000 m dpl. Kebanyakan tanaman nepenthes hidup terrestrial di tanah pasir, gambut, kapur, bebatuan, ranting dan daun yang membusuk, dan tanah/bebatuan vulkanik. Namun ada juga yang tumbuh menempel di pohon besar sebagai tanaman epifit, dan lainnya tumbuh terrestrial di tanah gambut, berpasir, berkapur, celah bebatuan, serasah daun, ataupun tanah gunung. Kesamaan dari tempat tumbuh semua spesies nepenthes adalah mereka sama-sama tumbuh di tempat yang lembab dengan curah hujan yang tinggi.

Di bumi ini penyebaran nepenthes cukuph luas, mulai dari Madagaskar di barat hingga New Caledonia di timur. Dari China Selatan di utara hingga Australia Utara di selatan. Dari 90 lebih spesies nepenthes yang telah di identifikasi, lebih dari 60 spesiesnya berasal dari Indonesia.


Budidaya Nepenthes

Hal-hal yang perlu diperhatikan agar nepenthes dapat tumbuh dengan baik :

Ketinggian Tempat dan Suhu :
1. Nepenthes dataran rendah (0 – 1000 m dpl)
Umumnya hidup pada kisaran suhu 20 – 35 derajat Celcius

2. Nepenthes dataran tinggi (> 1000 m dpl)
Suhu 10 – 30 derajat Celcius. Ada beberapa jenis nepenthes dataran tinggi yang menghendaki suhu rendah hingga 4 derajat celcius untuk dapat tumbuh dengan baik. Bagi mereka yang tinggal di dataran rendah dapat menggunakan ruangan berpendingin ataupun lemari es untuk menaruh tanaman jenis dataran tingginya pada malam hari.

3. Nepenthes intermediate, yg dapat tumbuh baik di dataran rendah dan tinggi.


Kelembaban
Kelembaban udara yang tinggi, diatas 70%, merupakan syarat penting bagi nepenthes
untuk tumbuh baik dan mengeluarkan kantung. Jika kelembaban terlalu rendah, sudah dipastikan jika nepenthes tak akan membetuk kantung dan tumbuh merana. Kelembaban yang tinggi dapat dihasilkan dengan cara menyiram tanaman setiap hari, Di samping itu, memelihara tanaman dekat dengan kolam atau sumber/genangan air lainnya juga membantu kelembaban udara tetap tinggi.

Beberapa jenis nepenthes dari Thailand, Vietnam, Kamboja, dan Filipina, yang hidup di padang rumput, dapat hidup dengan kelembaban yang rendah pada musim kering, karena memereka memiliki akar yang membesar seperti umbi, sebangai tempat penyimpanan air.

Media tanam
1. Nepenthes terrestrial.
Nepenthes jenis ini lebih menghendaki media yang padat dan mampu memegang air. namun tidak becek. Contoh : campuran cocopeat, pasir dan arang sekam.
2. Nepenthes epifit.
Nepenthes jenis ini lebih menghendaki media yang ringan dengan ruang udara yang cukup besar (tidak padat), namun tetap dapat menyimpan banyak air.
Contoh : sphagnum moss.

Catatan:
Campuran cocopeat dan arang sekam, atau sphagnum moss biasanya cocok untuk kebanyakan jenis nepenthes baik terrestrial maupun epifit.

Sinar matahari
Tanaman yang kekurangan sinar matahari umumnya tidak membentuk kantung, etiolasi, dan tanaman tampak lemah.
Tanaman yang mendapat terlalu banyak sinar matahari dapat menimbulkan bercak-bercak pada daun, daun terbakar, ataupun gagal berkantung karena kering.

1. Sinar matahari langsung.
Beberpapa nepenthes dataran rendah seperti N. gracilis, N. mirabilis, dan sebagian besar jenis dataran tinggi umumnya menyukai sinar matahari langsung.
2. Sinar matahari tak langsung.
N. ampullaria dan N. longifolia tumbuh dengan baik dengan sinar matahari tak langsung.

Catatan: Nepenthes yang menyukai sinar matahari tak langsung dapat tumbuh dengan baik dengan sinar matahari langsung apabila kelembaban udara selalu tinggi, dan nutrisinya terpenuhi.


Pemupukan.
Pemupukan dapat membantu pertumbuhan tanaman dan mencegah serangan penyakit.

Cara pemupukan :
1. Memasukan pupuk, serangga, atau sumber makanan lainnya ke kantung.
2. Pemberian pupuk daun.
3. Penyiraman pupuk.
4. Penaburan pupuk slow release.

Yang perlu diperhatikan :
Pilih pupuk yang tidak mengandung urea dan ammonium yang tinggi.
Pupuk dengan kandungan seperti diatas dapat menyebabkan tanaman keracunan = terbakar, ataupun bila tak terbakar, daun akan terlalu besar dengan kantung yang kecil atau tanpa kantung.
Pemupukan dapat dilakukan dengan dosis hingga sesuai anjuran label, satu minggu sekali. Diantara waktu pemupukan, tanaman harus banyak disiram dengan air, hingga tidak ada pupuk yang mengendap di media.


Pengendalian hama dan penyakit.
Hama :
Ulat, belalang, kutu putih, tungau, dll

Penyakit :
Busuk pangkal batang, busuk pucuk, dll.
Busuk pangkal batang biasanya terjadi bila media tanam yang kita gunakan terlalu basah/mengenang. Maka pemilihan media yang baik airasinya merupakan salah satu cara mencegah penyakit ini.

Pencegahan dan Pengendalian HPT :
- Mekanis dan penyemprotan pestisida.
Jika serangan hama tidak terlalu parah dan tanaman kita tidak terlalu banyak, pengendalian dapat dilakukan secara manual dengan cara menangkap hama yang menggangu. Penggunaan pestisida dapat dilakukan sesuai anjuran di label.

Perbanyakan :
1. Biji
Biji didapat dengan cara menyerbuki bunga betina dengan pollen dari bunga jantan. Tanaman yang diperbanyak dari biji baru akan menjadi dewasa pada umur 3-4 tahun.
2. Stek
- Stek dapat dilakukan dengan cara memotong batang tanaman dewasa yang telah memanjang.
- Bahan stek yang digunakan dapat berupa pucuk ataupun bagian batang lainnya yang masih berwarna hijau.
- Stek dapat berupa stek satu mata hingga lebih dari lima mata tunas.
- Umumnya, nepenthes tidak memerlukan hormon tambahan untuk merangsang perakaran. Namun untuk beberapa spesies, hormon dapat membantu mempercepat perakaran. Kelebihan hormon dapat menyebabkan stek menjadi busuk.
3. Pemisahan anakan
Nepenthes umumnya mengeluarkan anakan setelah tanaman menjadi dewasa.
Anakan dipisah dari induknya sebaiknya jika ia telah memiliki akar sendiri
4. Cangkok
Mencangkok nepenthes dapat dilakukan seperti mencangkok tanaman berkayu lainnya.
5. Merunduk
Merunduk nepenthes juga dapat dilakukan seperti merunduk tanaman lainnya.



Tips lainnya :

1. Ketika anda ingin membeli nepenthes, tanyakan kepada penjual apa jenis nepenthes tersebut, dan dari mana asalnya. Pastikan bahwa tanaman yang anda beli benar-benar sehat. segar serta kokoh. Banyaknya kantung merupakan salah satu indikasi bahwa tanaman tesebut sehat dan telah dibudidayakan dengan baik.

2. Jika anda belum berpengalaman, pilihlah jenis-jenis yang mudah untuk dipelihara. Contoh-contoh nepenthes yang baik untuk pemula diantaranya N. gracilis, N. ampullaria, N. rafflesiana, N. x hookeriana, N. reindwartiana, N. truncata, N. bellii, untuk jenis dataran rendah dan N. khasiana, N ventricosa, dan N. x ventrata untuk jenis intermediet.


Top
 Profile  
 

Re: Kantong Semar, Tumbuhan langka-kah?
PostPosted: 09 Jul 2011 10:44 
Warga Baru
Warga Baru
Offline

Joined:08 Jul 2011 22:52
Posts:4
Nepenthes adalah salah satu tanaman yang dilindungi negara berdasarkan undang-undang UU No.5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dan PP No. 7 Tahun 1999 tentang Jenis-jenis Tumbuhan dan satwa yang dilindungi.


tetap boleh membudidayakannya dengan cara mengambil bijinya. Dari setangkai biji nepenthes anda akan memiliki ratusan atau bahkan ribuan batang nepenthes jika berhasil menyemainya. Namun apabila bijinya sulit ditemui, silahkan ambil batangnya untuk di stek. Eit, tunggu dulu. Jangan asal tebas ya… Untung pengambilan batang Mohon diperhatikan langkan berikut:

1. Carilah nepenthes yang dalam satu rumpun mempunyai banyak batang. Sisakan sekurang-kurangnya 2 batang.
2. Pilih batang yang sehat, ciri- cirinya batang sebesar kelingking atau jari telunjuk. Kalau diambil batang yang sebesar lidi maka nanti tunas yang akan keluar ketika di stek juga kecil dan kurang kuat.
3. Pilih yang sudah tua, minimum batang sudah memiliki batang sepanjag 2 meter. Panjang nepenthes bis mencapai 18 meter lho. Sepintas seperti rotan, menjalar kemana-mana. Makin panjang batang makin banyak pula stek yang anda dapatkan. Selain itu, batang yang sudah tua logikanya ajalnya tak lama lagi.
4. Potonglah batang Nepenthes minimal 30 cm dari permukaan tanah. Ini sangat penting karena nanti akan tumbuh tunas-tunas baru. Yang insya-Allah dapat anda ambil lagi tahun depan. Untuk tips stek akan saya bahas di lain judul.
Jika anda mengambil batang nepenthes dengan benar dari hutan anda akan merasakan seolah seolah nepenthes tadi berterimakasih pada anda. Percayalah. Sebalinya jika anda mengambil nepenthes dengan akar-akarnya tanpa alasan di atas anda akan merasakan bersalah.
Pengambilan nepenthes dengan akarnya hampir tidak ada untungnya bagi anda. kenapa? Ini bukan menakut-nakuti loh, ini pengalaman pribadi:
1. Kantong Nepenthes akan layu bahkan bisa mati karena stress
2. Apabila nepenthes hasil cabutan hidup-pun, biasanya tidak mau mengeluarkan kantong. Padahal kantong pada nepenthes adalah letak keindahan tumbuhan ini. Dan andapun terbebani tetap harus bertanggung jawab menyirami setiap hari tanpa membuahkan hasil yang anda inginkan!


Top
 Profile  
 

Re: Kantong Semar, Tumbuhan langka-kah?
PostPosted: 23 Sep 2011 14:32 
Warga Baru
Warga Baru
Offline

Joined:23 Sep 2011 14:12
Posts:2
waktu saya di taluk kwantan (riau) banyak kantong semar yng tumbuh liar...di hutan rawa2 yang bnyak lintah nya


Top
 Profile  
 

Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 5 posts ] 

All times are UTC + 7 hours


  Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 1 guest


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to:  
cron
Style by web designer custom , optymalizacja seo pozycjonowanie stron pozycjonowanie
Powered by phpBB © 2000, 2002, 2005, 2007 phpBB Group